Searching...

PELINDUNG KEHIDUPAN PEDULI INDONESIA (PEKA PEDULINDO)

PELINDUNG KEHIDUPAN PEDULI INDONESIA (PEKA PEDULINDO) Untuk anda dimana saja berada, mari ulurkan tangan anda agar dapat membantu sesama manusia yang sedang tertimpa musibah dan mereka yang dalam keadaan kekurangan sangat membutuhkan pertolongan anda. SALURKAN BANTUAN ANDA KE REKENING BANK INI: BRIva 252211110316596 a/n PEKA PEDULINDO - PermataBank 8545580000316596 a/n PEKA PEDULINDO

Keluarga Pelindung Kehidupan

Dr. HELMI, S.H., M.H (2) - JAMBI, DIPO WIRANTO (2) - KALIMANTAN, YULI (1) - PALEMBANG, SYAHRUL KAMAL (1) - MARTAPURA - OKUT, IDA MULYANTI (1) - PALEMBANG, BUDI ARYADI (2) - PALEMBANG, RAHMATULLAH (1) - CILEGON, ABU DARDA'(2) - JAMBI, 14/3-2016: EDI SUDARMANTO BIN PAWIRO SONTO (1) - LAMPUNG, 30/3-2016: AHMAD RIYANTO BIN JUMARI (1) - LAMPUNG, 9/5-2016: AGUSLIM BIN ABUSANI (1) - BEKASI, 9/5-2016: BAHTIAR BIN TARABEN (1) - BEKASI, 9/5-2016: ZULKIFLI BIN BAKHTIAR (2) - BEKASI, 9/5-2016: SALDI YUNOF BIN UYUN SUTAN BATUAH (2) - BEKASI, 11/6-2016: YATRISNAH BINTI ZAIRIN (2) - BANDUNG, 2/8-2016: DARMAWATI BINTI KAMARUDIN (2)

Rahmat Perlindungan Sempurna Untuk Semua Umat Manusia, Bagi Yakin Mendapatkan Haknya

Pelindung Kehidupan bukan ilmu olahan dan bukan ilmu buatan, melainkan suatu ketentuan dari Yang Maha Kuasa. Ilmu ini siap pakai, tidak perlu dikaji-kaji lagi, tidak perlu di“masak”-i lagi, tidak perlu di olah lagi. Ilmu ini diberikan hak kepada setiap orang yang membutuhkan dan memenuhi syarat ketentuan melalui proses pengesahan. Pengesahan artinya menyalurkan hak kepada orang yang membutuhkan.  

Cara menggunakannya yaitu dengan akal pikiran yang mengarahkannya. Cara melepaskannya pun mudah dan gampang, asal orang yang bersangkutan tidak yakin lagi dan secara sadar mengucapkan hilang, maka hilanglah hak-nya ilmu Pelindung Kehidupan seketika itu juga. Namun alangkah sayangnya dan alangkah meruginya. Kembali berkolaborasi menggunakan jin lagi yang merusak dan menyesatkan.  

Hidup cuma sekali, dan hidup pasti mati, kewajiban kita mempertahankan hidup. Kita diberi agama sebagai aturan hidup, dan kita diberi pelengkap hidup berupa ilmu Pelindung Kehidupan sebagai ilmu kehidupan agar terlindung dari perbuatan salah dan jahat. Panjang pendeknya hidup tergantung kita, itulah hidup harus dipelihara. Bagaimana cara kita memelihara hidup dan kehidupan? Yaitu dengan menjaga, mengontrol dan mengendalikan perbuatan dengan mengunakan akal pikiran yang dapat memilah dan memilih, mana yang salah jangan dilakukan, mana yang benar itulah yang diperjuangkan.  

Ilmu Pelindung Kehidupan sebagai pelengkap kehidupan manusia, sebagai pelindung kesadaran, dan sebagai pelengkap kesempurnaan hidup. Jadi kalau mau lengkap hidup, kita ambil hak. Akal pikiran terbuka luas dan diberikan kekuatan, gunakanlah kekuatan yang kita dapatkan dari ketentuan Yang Maha Kuasa dengan akal pikiran. Diberikan HAK untuk seumur hidup hanya sekali, tidak ada yang dapat melunturkannya, tidak ada yang dapat menghilangkannya, tidak ada yang dapat melepaskannya kecuali ada pada kita sendiri. 

Bila sudah mengambil hak atau sudah di SAH-kan Haknya, namun masih meminta atau berdukun kesana-sini, ya... percuma, sama saja tidak yakin pada kemampuan yang sudah dimiliki. Tidak ada guna dan manfaatnya, kita harus percaya diri pada apa yang dimiliki yaitu ilmu Pelindung Kehidupan. Hasil perjuangan kita bisa jadi berkah. Apa arti berkah? Yaitu tepat guna, jangan salah menggunakannya, namun itulah kebanyakan orang salah guna. Susah payah mendapatkan rizki, hasilnya untuk merusak hidup, mabuk-mabukan, berjudi, main perempuan dan lain sebagainya, nah inilah yang tidak berkah. 

Jauhi mabuk dan judi. Mabuk merusak pikiran, kalau pikiran rusak, maka rusak semua. Judi merusak kepercayaan dan ekonomi keluarga. Hidup ini harus kita perjuangkan, karena di depan kita tidak tahu, apa yang kita perjuangkan? Yaitu PERSIAPAN & CADANGAN

Kita sadar, sebagai manusia kita tidak dapat memastikan, kepastian itu ada pada Yang Maha Kuasa, karena Yang Maha Kuasa yang menciptakan. Karena kita diberikan akal pikiran, usaha dan perjuanganlah yang bisa kita lakukan dan ditunjang dengan kekuatan yang dimiliki. Walaupun usaha dan perjuangan yang kita lakukan telah maksimal, namun kita juga tidak dapat memastikan hasil perjuangan tersebut “Gagal” atau “Berhasil” kita.  

Namun dengan PENUH KEYAKINAN kita, banyak sekali manfaatnya dengan mengambil Hak Ilmu Pelindung Kehidupan, sebab mana mungkin manusia dari Sabang sampai Papua datang ambil Hak Ilmu Pelindung Kehidupan kalau tidak ada manfaatnya. Mana mungkin yang datang kesini ambil Hak Ilmu Pelindung Kehidupan kalau tidak ada manfaatnya. Hak itu artinya milik kita sendiri, ambil hak artinya ambil milik kita sendiri. Ilmu Pelindung Kehidupan milik kita sendiri. 

Karena ketentuan Yang Maha Kuasa diberikan bukan hak saya sendiri, ada hak orang lain yang mesti saya berikan, namun harus memenuhi ketentuan atau syaratnya “PENGORBANAN”. Pengorbanan adalah wujud dari YAKIN orang tersebut dengan ilmu Pelindung Kehidupan. Sama-sama kita perjuangkan, sama-sama kita pelihara keutuhannya, demi kita kembali dalam satu keluarga. Karena tidak ada teman atau saudara di bumi ini selain manusia. Manusia bukan musuh dan jangan pula kamu cari-cari musuh, karena musuh kita adalah hati kita sendiri dalam pengaruh dan kendali jin/iblis/syaitan. Bagaimana kita memerangi musuh kita? Yaitu batasi keinginan kita yang merusak diri sendiri apalagi terhadap orang lain.

Lanjut Halaman ... > 2

0 komentar:

Posting Komentar