Searching...

PELINDUNG KEHIDUPAN PEDULI INDONESIA (PEKA PEDULINDO)

PELINDUNG KEHIDUPAN PEDULI INDONESIA (PEKA PEDULINDO) Untuk anda dimana saja berada, mari ulurkan tangan anda agar dapat membantu sesama manusia yang sedang tertimpa musibah dan mereka yang dalam keadaan kekurangan sangat membutuhkan pertolongan anda. SALURKAN BANTUAN ANDA KE REKENING BANK INI: BRIva 252211110316596 a/n PEKA PEDULINDO - PermataBank 8545580000316596 a/n PEKA PEDULINDO

Keluarga Pelindung Kehidupan

Dr. HELMI, S.H., M.H (2) - JAMBI, DIPO WIRANTO (2) - KALIMANTAN, YULI (1) - PALEMBANG, SYAHRUL KAMAL (1) - MARTAPURA - OKUT, IDA MULYANTI (1) - PALEMBANG, BUDI ARYADI (2) - PALEMBANG, RAHMATULLAH (1) - CILEGON, ABU DARDA'(2) - JAMBI, 14/3-2016: EDI SUDARMANTO BIN PAWIRO SONTO (1) - LAMPUNG, 30/3-2016: AHMAD RIYANTO BIN JUMARI (1) - LAMPUNG, 9/5-2016: AGUSLIM BIN ABUSANI (1) - BEKASI, 9/5-2016: BAHTIAR BIN TARABEN (1) - BEKASI, 9/5-2016: ZULKIFLI BIN BAKHTIAR (2) - BEKASI, 9/5-2016: SALDI YUNOF BIN UYUN SUTAN BATUAH (2) - BEKASI, 11/6-2016: YATRISNAH BINTI ZAIRIN (2) - BANDUNG, 2/8-2016: DARMAWATI BINTI KAMARUDIN (2)

Puluhan Siswa Kesurupan

indosiar.com, Jember - (Selasa, 30.10.2012) Peristiwa kesurupan massal kembali terjadi di lingkungan sekolah. Kali ini, puluhan siswi SMP Negeri Satu Jenggawah, Jember, Jawa Timur, tiba-tiba saja meronta dan menjerit tak terkendali akibat kesurupan, saat jam pelajaran berlangsung, Senin pagi. Akibat peristiwa ini, pihak sekolah terpaksa memulangkan seluruh siswanya lebih awal.

Kesurupan massal dialami para siswi SMP Negeri Satu Jenggawah, Jember, saat jam pertama pelajaran dimulai. Secara berantai, satu per satu siswi tiba-tiba saja berteriak-teriak tak terkendali hingga membuat suasana menjadi gaduh.

Agar tidak terus menular, siswi yang kesurupan segera dipindahkan ke musholla sekolah. Sejumlah siswi yang kesurupan terus meronta dan berontak saat disadarkan oleh sejumlah guru dan ustad yang didatangkan pihak sekolah. Setelah berhasil disadarkan, para siswi yang kesurupan langsung tidak sadarkan diri.

Tidak diketahui pasti penyebab kesurupan, namun yang pasti jumlah korban mencapai 20 orang yang kesemuanya pelajar putri. Karena banyaknya siswi yang kesurupan, pihak sekolah tidak hanya mendatangkan ustad, tapi juga aparat kepolisian. Karena peristiwa kesurupan ini, pihak sekolah terpaksa memulangkan seluruh siswanya lebih awal.

0 komentar:

Posting Komentar