Searching...

PELINDUNG KEHIDUPAN PEDULI INDONESIA (PEKA PEDULINDO)

PELINDUNG KEHIDUPAN PEDULI INDONESIA (PEKA PEDULINDO) Untuk anda dimana saja berada, mari ulurkan tangan anda agar dapat membantu sesama manusia yang sedang tertimpa musibah dan mereka yang dalam keadaan kekurangan sangat membutuhkan pertolongan anda. SALURKAN BANTUAN ANDA KE REKENING BANK INI: BRIva 252211110316596 a/n PEKA PEDULINDO - PermataBank 8545580000316596 a/n PEKA PEDULINDO

Keluarga Pelindung Kehidupan

Dr. HELMI, S.H., M.H (2) - JAMBI, DIPO WIRANTO (2) - KALIMANTAN, YULI (1) - PALEMBANG, SYAHRUL KAMAL (1) - MARTAPURA - OKUT, IDA MULYANTI (1) - PALEMBANG, BUDI ARYADI (2) - PALEMBANG, RAHMATULLAH (1) - CILEGON, ABU DARDA'(2) - JAMBI, 14/3-2016: EDI SUDARMANTO BIN PAWIRO SONTO (1) - LAMPUNG, 30/3-2016: AHMAD RIYANTO BIN JUMARI (1) - LAMPUNG, 9/5-2016: AGUSLIM BIN ABUSANI (1) - BEKASI, 9/5-2016: BAHTIAR BIN TARABEN (1) - BEKASI, 9/5-2016: ZULKIFLI BIN BAKHTIAR (2) - BEKASI, 9/5-2016: SALDI YUNOF BIN UYUN SUTAN BATUAH (2) - BEKASI, 11/6-2016: YATRISNAH BINTI ZAIRIN (2) - BANDUNG, 2/8-2016: DARMAWATI BINTI KAMARUDIN (2)

Kuburan Rusak Korban Pengikut Ilmu Hitam?

Kuburan RusakSUKABUMI (Pos Kota) – Sejumlah kuburan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Kolecer di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak.

Penyebabnya hingga kini masih misterius. Namun, isu beredar rusaknya beberapa kuburan warga itu dilakukan oleh orang untuk memperdalam ilmu hitam. Kabar lainnya menyebutkan rusaknya kuburan itu ulah binatang liar.

Dari keterangan warga sekitar, sebulan terakhir saja ada tiga kuburan yang rusak dengan cara digali. Sehingga kuburan tersebut berlubang. Bahkan kedalamannya ada yang mencapai setengah meter.
Ketua RW 07, Saeful, 41 menjelaskan beberapa kuburan ditemukan rusak bukan kali pertama. Kejadian ini sekitar empat bulan lalu juga pernah terjadi. Namun, Saeful menegaskan hingga kini belum mengetahui siapa yang menggali kuburan itu.
“Dalam satu bulan terakhir ada tiga buah makam yang digali. Tanahnya berhamburan bahkan satu makam berlubang hingga mencapai kedalaman setengah meter. Kejadian terakhir pada  kamis malam (12/7),” jelas Saeful kepada wartawan, Minggu (15/7).
Disebutkan Saeful, apabila dijumlahkan sejak empat bulan lalu jumlah kuburan yang rusak sebanyak  enam buah.  Kini, kata Saeful warga di perkampungannya dibayangi rasa cemas. Pasalnya, warga hingga detik masih masih penasaran penyebab atau yang melakukan penggalian kuburan.
“Warga merasa heran rusaknya kuburan ini. Keganjilan rusaknya kuburan belum bisa dipastikan oleh binatang liar. Soalnya makam yang dirusak tidak beraturan serta tidak mempunyai tanda tanda khusus,” kata Saeful.

Keanehan lainnya, lanjut Saeful, kalau memang ini perbuatan binatang liar maka makam yang dirusak biasanya kuburan  baru. Akan tetapi, beberapa makam yang digali berusia lebih dari empat tahun. “Kami cemas dengan rusaknya kuburan ini. Kalau ada kuburan yang dirusak  warga atau ahli waris langsung melakukan perbaikan,” tegasnya.

Heri Susanto, 46, warga setempat mengaku pernah memergoki pada Kamis (12/7) malam ada suara di berisik di TPU di kampungnya tersebut. Sayangnya, ketika Heri menghampiri untuk melihat sumber suara itu dirinya mendengar suara layaknya orang berlari.
“Waktu itu gelap, saya tidak melihat apapun hanya mendengar suara orang berlari saja. Pagi harinya ternyata memang ada kuburan yang rusak. Ke depannya kami akan berjaga untuk mengetahui penyebab rusaknya kuburan ini,” tandasnya.
Sumber : http://www.poskotanews.com/2012/07/15/kuburan-rusak-korban-pengikut-ilmu-hitam/

0 komentar:

Posting Komentar