Searching...

PELINDUNG KEHIDUPAN PEDULI INDONESIA (PEKA PEDULINDO)

PELINDUNG KEHIDUPAN PEDULI INDONESIA (PEKA PEDULINDO) Untuk anda dimana saja berada, mari ulurkan tangan anda agar dapat membantu sesama manusia yang sedang tertimpa musibah dan mereka yang dalam keadaan kekurangan sangat membutuhkan pertolongan anda. SALURKAN BANTUAN ANDA KE REKENING BANK INI: BRIva 252211110316596 a/n PEKA PEDULINDO - PermataBank 8545580000316596 a/n PEKA PEDULINDO

Keluarga Pelindung Kehidupan

Dr. HELMI, S.H., M.H (2) - JAMBI, DIPO WIRANTO (2) - KALIMANTAN, YULI (1) - PALEMBANG, SYAHRUL KAMAL (1) - MARTAPURA - OKUT, IDA MULYANTI (1) - PALEMBANG, BUDI ARYADI (2) - PALEMBANG, RAHMATULLAH (1) - CILEGON, ABU DARDA'(2) - JAMBI, 14/3-2016: EDI SUDARMANTO BIN PAWIRO SONTO (1) - LAMPUNG, 30/3-2016: AHMAD RIYANTO BIN JUMARI (1) - LAMPUNG, 9/5-2016: AGUSLIM BIN ABUSANI (1) - BEKASI, 9/5-2016: BAHTIAR BIN TARABEN (1) - BEKASI, 9/5-2016: ZULKIFLI BIN BAKHTIAR (2) - BEKASI, 9/5-2016: SALDI YUNOF BIN UYUN SUTAN BATUAH (2) - BEKASI, 11/6-2016: YATRISNAH BINTI ZAIRIN (2) - BANDUNG, 2/8-2016: DARMAWATI BINTI KAMARUDIN (2)

Kekuatan Yang Benar (Tidak Ada Duanya)


Ilmu Pelindung Kehidupan di turunkan ke dunia ini sebagai Ilmu Ketentuan Akhir yang merupakan penyempurnaan ilmu-ilmu sebelumnya. Ilmu Pelindung Kehidupan diturunkan tahun 1993 pada hari Selasa, jam dua siang di desa Naningan di kebun kopi milik Bapak Surman Effendi, saat beliau sedang duduk santai istirahat siang, selesai shalat Zuhur, duduk diantara pohon kopi, tiba-tiba terdengar suara yang berkata dalam bahasa Arab yang memanggil namanya “ Surman Effendi bin Muhammadiyah”, maka dicari dari mana datangnya asal suara itu namun tidak ditemukan juga orang atau siapa yang berkata itu. Belum sempat berpikir yang macam-macam maka kemudian disusul dengan suara yang kedua kalinya yang berkata masih dalam bahasa Arab
Beliau berpikir, ini di tujukan untuk dirinya, lalu berucap “Kalau ini memang untukku, maka pakailah bahasa yang saya mengerti, jangankan bahasa Arab, mengajipun saya tidak bisa”. Lalu suara itu datang lagi dalam bahasa yang beliau mengerti dan anehnya suara yang pertama serta yang kedua tadi beliau sudah paham dan mengerti maksud dan tujuannya.

Hingga menjelang Maghrib beliau baru pulang ke pondoknya, lalu berwudhu untuk shalat Maghrib, usai shalat beliau kemudian mengaji seperti membaca Al-Qur’an dan keluarganya pun heran mendengarkan beliau dapat membaca Al-Qur’an yang selama ini tidak dapat mengaji, maka pada hari itu dapat membaca Al-Qur’an yang begitu nyaring dan merdu suaranya hingga terdengar dan dilihat oleh adik beliau yang bernama bik Siti. Hingga bik Siti tadi memberitahukan hal tersebut kepada kakak tertua yang bernama wak Syafri Hoza. Dan menjadi tanda tanya besar bagi keluarganya, apa gerangan yang telah terjadi terhadap diri beliau?. Pada saat datang kerumah bik Siti tadi, pak Surman Effendi sudah mengakhiri bacaannya, "Shodaqqollahul'azhiim". Belum sempat wak Syafri H bertanya, kemudian pak Surman Effendi setelah selesai mengaji, beliau memberikan penjelasan dan keterangan kepada seluruh keluarganya, bahwa dirinya telah mendapat suatu petunjuk dan ketentuan dari Yang Maha Kuasa berupa Ilmu Pelindung Kehidupan yang bukan hanya melindungi dirinya dan keluarganya saja tetapi yang membutuhkan harus juga di lindungi asal memenuhi ketentuan Yang Maha Kuasa yang telah menjadi ketentuan-Nya.

Seminggu setelah kejadian tersebut, beliau mengajak seluruh keluarganya untuk mandi di air pancuran yang biasa di jadikan tempat mandi sehari-hari dan mengajak kepada sekeluarganya ikut mandi. Diminta kepada keluarganya agar membacakan shalawat nabi terus menerus hingga selesainya mandi. Tempat ini sudah menjadi bagian dari ketentuan Yang Maha Kuasa dan tempat ini di kenal dengan nama “Pancur Satu Dati Dua”.

Setelah kejadian itu, tingkah laku dari beliau berubah dari biasanya dan membuat kakak beliau merasa perihatin yang mendalam atas kejadian yang menimpa beliau, bila memperhatikan segala perilaku dan perbuatannya. Pada saat proses mandi, pak Surman Effendi berkata kepada wak Syafri dan keluarganya untuk meminta sesuatu yang menjadi hajat masing-masing. Namun wak Syafri memohon atau memanjatkan doa, tiada harapan dan do’a lain yang di mohonkan kakak beliau kepada Allah SWT terhadap kejadian tersebut,  “Ya Allah ya tuhanku, aku memohon kepada Engkau tiada yang lain hanyalah kebenaran atas Ilmu pelindung Kehidupan yang diterima adikku serta berikan aku petunjuk-Mu”.

Alhamdulillah, atas petunjuk-Nya jua dan kebenaran dari Ilmu Pelindung Kehidupan ini, sekarang sudah menyebar luas keberbagai pelosok daerah di tanah air bahkan manca negara dan di sebar-luaskan oleh  murid-murid yang sudah mempunyai hak dan wewenangnya Ilmu Pelindung Kehidupan. Bukanlah suatu ilmu tenaga dalam atau ilmu kebathinan dan bukan pula ilmu sesat atau menyesatkan. Ilmu Pelindung Kehidupan bukanlah bersekutu dengan makhluk halus, seperti Jin, Syetan bahkan Iblis, namun Ilmu Pelindung Kehidupan dari ciptaan Yang Maha Kuasa. Seperti penuturan Beliau berikut ini, “jin, syetan dan iblis akan terhindar dari suatu hati manusia bagi siapa yang meyakini ketentuan Yang Maha Kuasa dalam arti SUHANAH BIL AMIN (kekuatan yang benar (terpercaya), yang tiada duanya). Oleh karena itulah, jalankanlah agama yang sebenarnya, jangan cari kematian dalam hidup ini. Pertahankanlah hidup, perjuangkanlah hidup, sorga dan neraka ada pada perbuatan kamu (manusia) sendiri”.

4 komentar:

  1. Menurut pandangan dalam ajaran islam ini gimana pak tentang ilmu pelindung kehidupan!! Mohon penjelasannya..

    BalasHapus
  2. Ilmu ini tdk bertentangan dengan agama. karena agama adalah aturan hidup manusia sedangan ilmu pelindung kehidupan sebagai pelengkap hidup manusia. Dan agama dengan ilmu sama-sama untuk orang yg berakal serta menggunakan akal

    BalasHapus
  3. Dari cerita diatas, pak erman gak sholat ashar. trus kalau paham al-Quran'an kok pengertian jin setan iblis bertentangan sengan keterangan Alloh. Harus ada ritual segala, bertentangan dengan syariat. Dan yang tahu yg ghoib hanya Alloh Swt, Nabi Muhammad diberitahu oleh Alloh. Jin aja tidak tahu hal ghoib, meski jin itu makhluk ghoib (QS saba 14). Banyak kejanggalan.... Kalau menurut keterangan pak polisi... PK itu Penjahat Kelamin.

    BalasHapus